Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘wise in time’ Category

Jurnal Syukur

Jurnal Syukur, sama seperti diary.

Hanya saja, isinya harus tentang hal-hal yang positif, atau kejadian-kejadian yang kita alami, yang memuat pelajaran dan hikmah untuk disyukuri.

Mungkin saja kejadian itu sangat sederhana.

Tadi siang, saat Anda benar-benar kesal dengan bos Anda dan memutuskan untuk cari minuman segar di kantin, Anda mendapati ibu kantin yang tersenyum ramah pada Anda. Sebuah senyuman yang tiba-tiba saja menyejukkan, dan melunturkan kekesalan Anda seketika itu juga.

Mungkin juga laptop Anda yang biasanya ngadat, saat presentasi tadi sore, tiba-tiba saja mulus dengan ajaibnya ! Sampai-sampai Anda bingung sendiri, sekaligus lega karena presentasinya berjalan lancar.

Tulislah Jurnal Syukur ini pada malam hari, sebelum tidur, saat Anda sudah merasa lebih rileks. Bagaimana caranya ?

Pertama, ingatlah kejadian-kejadian yang berlangsung selama satu hari tadi. Peristiwa apa yang membuat Anda bersyukur karena telah mengalaminya ? Fokuskan perhatian Anda pada hal-hal yang positif.

Kedua, tuliskan lima hal yang Anda syukuri, terlepas apakah hal itu besar atau kecil. Gunakan kata-kata Anda sendiri. Tidak perlu pusing dengan masalah tata bahasa. Jika memungkinkan, tuliskan juga mengapa Anda merasa bersyukur atas hal itu.

Ketiga, mulailah hari-hari Anda selanjutnya dengan melihat setiap peristiwa yang terjadi dengan pikiran yang positif. Kalau pun ada masalah, anggaplah itu sebagai kesempatan berharga bagi Anda untuk melatihkan kemampuan-kemampuan penting dalam hidup, dan membuat kearifan Anda makin bertambah.

Keempat, rasakan energi positif sebagai hasil dari usaha Anda untuk melihat kebaikan dari setiap kejadian. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih ‘ringan’ dalam menjalani hidup, lebih ikhlas, dan lebih bahagia.

Kelima, lakukanlah kreasi dengan Jurnal Syukur Anda. Anda bisa melengkapinya dengan kata-kata bijak, kliping, atau foto-foto yang Anda gunting dari majalah atau dari sumber lain.

Hanya ada dua aturan main di Jurnal syukur ini :

  1. Semua yang ditulis adalah hal-hal yang positif
  2. Hanya berisi daftar hal yang Anda syukuri, tanpa embel-embel kalimat  ‘tapi .. ‘   atau   ‘meski pun .. ‘.  Kalau masih juga Anda tuliskan, artinya Anda belum benar-benar bersyukur.

Setelah Anda terbiasa dengan menuliskan hal-hal yang Anda syukuri di jurnal ini, Anda bisa merasakan sendiri pengaruhnya terhadap kehidupan Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Tidak percaya ? Lakukan ini sekarang !

Tanggal _______________

Syukurku hari ini

Alhamdulillahirrobil’alamin

Hari ini saya bersyukur ..

  1. ____________________________________________________
  2. ____________________________________________________
  3. ____________________________________________________
  4. ____________________________________________________
  5. ____________________________________________________

Wahai Tuhan yang Engkau cakup segala sesuatu dengan rahmat dan pengetahuan,  perlihatkanlah hati kami pada cahaya keagungan dan anugrah-Mu  wahai Dzat yang Maha Rahman

Read Full Post »

Lebih mudah berdiam di rata-rata daripada berjuang untuk naik

Lebih mudah larut dalam kepuasan daripada menjawab tantangan baru

Lebih mudah menjadi ragu daripada usaha untuk berhasil

Lebih mudah memendam kekecewaan daripada meyakini bahwa impian kita mungkin sudah dekat

Lebih mudah memilih yang lebih mudah daripada yang satunya lagi ..

..  setelah itu, cek .. apa yang sudah kita investasikan pada waktu dan umur yang terus bertambah tua ..

Masihkah kita akan memilih yang lebih mudah ?

Read Full Post »

Our patience will achieve more than our force. Dutch proverb

Patience is the companion of wisdom.  St. Augustine

How poor are they who have not patience! What wound did ever heal but by degrees.   Shakespeare

We could never learn to be brave and patient if there were only joy in the world. Helen Keller

Patience and perseverance have a magical effect before which difficulties disappear and obstacles vanish. John Quincy Adams

The trees that are slow to grow bear the best fruit. Molière

Patience is power; with time and patience the mulberry leaf becomes a silk gown. Chinese Proverb

Adopt the pace of nature: her secret is patience. Ralph Waldo Emerson

The two most powerful warriors are patience and time. Leo Tolstoy

The world is full of magical things patiently waiting for our wits to grow sharper. Bertrand Russell

All things come round to him who will but wait.  Henry Wadsworth Longfellow

Like farmers we need to learn that we cannot sow and reap the same day. Anonymous

The years teach what the days never know. Ralph Waldo Emerson

Read Full Post »

unexpected

The world is full of magical things patiently waiting for our wits to grow sharper. Bertrand Russell

Kadang, kita menemui saat dimana terjadi sesuatu yang tak terduga dan meleset dari perhitungan yang kita buat. Tak jarang, hal ini menjadi pemicu reaksi panik, kesal, atau bahkan frustrasi – karena kejadian tersebut justru muncul di moment-moment penting dalam hidup kita.

Dan bisa jadi, situasi yang kita hadapi ini juga menuntut ‘perhatian yang tak terbagi’ dengan yang lain, karena tingkat kekritisannya memaksa kita untuk mencari solusi segera atas masalah ini — karena jika kita abaikan .. maka efek dominonya terhadap aspek kehidupan kita yang lain akan segera menyusul.

Memang tidak enak rasanya. Dan reaksi ini sangat manusiawi untuk dirasakan setiap orang yang berda di dalamnya. Menyangkalnya, hanya akan membuat kita makin lama untuk ‘terbangun’ dan menyiapkan langkah tindakan selanjutnya.

Slow down. Saat situasi ini memicu stress atau perasaan ‘terancam’, ingat bahwa kelenjar adrenalin kita sedang menunggu keputusan untuk fight or flight. Keduanya merupakan metoda pertahanan diri yang siap digerakkan, jika kita memang  ‘kehilangan akal’ untuk menemukan solusi yang lebih bisa diandalkan. Pertanyaannya adalah, apakah kita yakin bahwa keputusan yang diambil dalam kondisi stress atau terancam ini benar-benar akan memberikan penyelesaian terbaik ? Sebelum menjawabnya, ambil nafas panjaaang .. dan pastikan degup jantung kita berdetak cukup rileks untuk bisa membuat kita tenang dalam berpikir.

Practice thinking before you speak. Ada yang mengatakannya sebagai proses stop and think. Ambiahl 10-15 menit untuk ‘waktu hening’. Manfaatkan moment ini untuk ‘memutar ulang film’ yang baru saja kita mainkan, dan temukan apa yang membuat hal ini terjadi. Tidak perlu mencari penyebab masalah yang ada di luar diri kita. Itu hanya akan membuat kita menutup mata pada kekeliruan yang mungkin kita lakukan, atau malah membuat kita makin frustrasi karena faktor itu ada di luar kendali kita. Satu-satunya hal yang bisa kita ‘kendalikan’ adalah pikiran dan tindakan kita. Oleh karena itu, mulailah dengan berpikir tentang hal positif yang tersembuyi di balik peristiwa ini, dan merumuskan tindakan apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya.

Practice delaying gratification. Kekuatan tertinggi di atas kekuatan apa pun di dunia ini — adalah kekuatan yang datang dari Al ‘Aziiz, Allah yang Maha Perkasa. Dan pada saat kita merasa sudah mengerahkan semua kemampuan berpikir kita dengan senyum optimis bahwa inilah perencanaan terbaik yang pernah kita buat dengan prediksi berhasil 99%, ingatlah .. bahwa ada Allah Al ‘Alim dan Al Muqtadir, yang Maha Mengetahui dan Maha Menentukan. Jadi, periksa lagi action plan kita, dan lengkapi dengan langkah terakhir : yaitu ikhlas kepada Allah SWT untuk hasil akhir yang akan Dia berikan pada kita. Dengan ikhlas yang sebenar-benarnya, kekuatan kita justru akan menjadi berlipat ganda, karena ikhlas membuka pintu hati kita untuk masuknya pertolongan dari Allah SWT.

Jika semuanya sudah dilakukan, kita hanya tinggal menunggu apakah hasilnya sesuai – atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Keduanya memuat pelajaran untuk menjadikan diri kita lebih baik.

Semoga.



Read Full Post »

“The million little things that drop into your hands, the small opportunities each day brings, He leaves us free to use or abuse, and goes unchanging along His silent way.” Helen Keller

Disadari atau tidak, rutinintas kerja kita sehari-hari membuat mata kita makin ‘sempit’ dalam memandang kehidupan. Jadwal kerja untuk bulan ini, bahkan target untuk satu tahun ke depan seolah meng-kotak-kan kita pada hal besar tadi, dan membuat kita luput untuk menikmati .. dan mensyukuri hal-hal kecil di sekitar kita.

Senyum manis anak kita di pagi hari mungkin terhalang oleh ketergesaan kita dalam menyiapkan sarapan pagi, mengantar anak sekolah, dan mengejar absensi pagi di kantor. Pulang ke rumah pun belum menjadi ‘tanda’ bahwa kita akan menemukan kursi yang empuk untuk beristirahat .. karena anak-anak dan suami kita menunggu babak kita yang lain : sebagai ibu dan istri.

Beberapa teman bahkan sempat bercerita ketika ia menyadari bahwa anaknya yang baru kelas 1 SD bahkan lebih dewasa dibanding dia dulu di usia yang sama. “Ma, kalau mama cape, biar ade aja yang buatkan coklat panas buat mama. Ade udah buat susu ade sendiri tadi kok ..”. Tawaran susu coklat panas itu tiba-tiba saja menjadi tamparan keras buat sang ibu. Air mata pun tak terasa menetes di pipi. Kemana saja aku selama ini ?

Read Full Post »