Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘teacher forum’ Category

Untuk mengatasi masalah kesulitan belajar yang terkait dengan sebab faktor kurangnya kematangan mental (kognitif), emosional dan psikologis, beberapa tips yang perlu diketahui oleh orang tua adalah sebagai berikut :

  • Pilih waktu yang baik untuk belajar
  • Pakai buku yang digunakan guru di sekolah
  • Ciptakan suasana belajar yang nyaman dan tenang
  • Melatih anak untuk mendiskusikan isi suatu buku dengan hanya melihat judul buku/sampulnya sebelum anak mulai membaca
  • Melatih anak untuk mengenal angka atau huruf dengan alat peraga yang dapat diraba dan dengan warna-warna menarik
  • Melatih anak untuk mengenal operasionalisasi tanda dalam matematika dengan memberikan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari
  • Hindari komentar yang negatif
  • Berikan kesempatan kepada anak bila ingin mencoba menyelesaikan pekerjaan rumahnya sendiri
  • Membantu anak belajar sambil bermain

Namun, beberapa kasus kesulitan belajar yang disertai dengan gejala kurangnya kemampuan konsentrasi atau bahkan gangguan hiperaktif, penanganan yang lebih komprehensif memang perlu dilakukan dengan melibatkan tenaga yang ahli di bidangnya.

Pastikan bahwa diagnosa ADD atau ADHD itu datangnya dari dokter anak atau psikolog. Anak-anak usia 3-5 tahun memang memiliki energi yang sangat tinggi dan dorongan yang kuat untuk mengeksplorasi lingkungannya. Jika anak Anda, di satu sisi mampu berkonsentrasi atau asik dengan kegiatan yang disukainya untuk jangka waktu yang cukup lama, namun di sisi lain  seolah ‘tidak bisa diam’ dan selalu bergerak kesana kemari seolah tak pernah merasa capai dengan aktivitasnya, mungkin dia ‘hanya’ anak yang sangat aktif. Bedakan dengan anak yang hiperaktif, yang seolah-olah memiliki ‘motor penggerak’ di dalam dirinya — yang tidak bisa ia kendalikan. Gerakan atau aktivitasnya biasanya tidak terkendali dan menabrak benda-benda yang dilaluinya. Atau, ketika ia akan menendang bola, koordinasi motoriknya sering tidak mendukung. Dan yang pasti, .. dia tidak bisa mengikuti ‘aturan main’ bermain bola.

Banyak kasus ADD dan ADHD memiliki faktor penyebab dengan gangguan otak atau susunan syaraf, sehingga diperlukan penanganan medis.  dr. Tjhin Wiguna, SpKJ mengatakan bahwa meskipun gangguan yang terjadi pada sebagian otak sudah tidak dapat diperbaiki lagi, tetapi masih ada bagian otak lain yang masih dapat dirangsang untuk dapat berfungsi optimal. Oleh karena itu pemberian terapi haruslah sedini dan seoptimal mungkin, sehingga anak diharapkan dapat mengejar apa yang menjadi kekurangannya selama ini.

Penanganan yang diberikan pada kasus anak dengan kesulitan belajar tergantung pada hasil pemeriksaan yang komprehensif dari tim kerja.  Dengan demikian orang tua akan memperoleh pelayanan ‘one stop assessment’ yang mempermudah mereka dalam mencari pertolongan untuk anaknya.

Penanganan yang diberikan pada anak dengan kesulitan belajar meliputi ;

  • Terapi obat
    Pengobatan yang diberikan adalah sesuai dengan gangguan fisik atau psikiatrik yang diderita oleh anak
  • Terapi perilaku
    Terapi perilaku yang sering diberikan adalah modifikasi perilaku. Dalam hal ini anak akan mendapatkan penghargaan langsung jika ia dapat memenuhi suatu tugas atau tanggung jawab atau berperilaku positif tertentu. Di lain pihak, ia akan mendapatkan peringatan jika ia memperlihatkan perilaku negatif. Dengan adanya penghargaan dan peringatan langsung ini maka diharapkan anak dapat mengontrol perilaku negatif yang tidak dikehendaki, baik di sekolah atau di rumah.
  • Psikoterapi suportif
    Dapat diberikan kepada anak dan keluarganya. Tujuannya ialah untuk memberi pengertian dan pemahaman mengenai kesulitan yang ada, sehingga dapat menimbulkan motivasi yang konsisten dalam usaha untuk memerangi kesulitan ini.
  • Pendekatan psikososial lainnya
    – Psikoedukasi orang tua dan guru
    – Pelatihan keterampilan sosial bagi anak
  • Penanganan di sekolah. Dalam hal ini terapi yang paling efektif ialah terapi remedial, yaitu bimbingan langsung oleh guru yang terlatih dalam mengatasi kesulitan belajar anak. Guru remedial ini akan menyusun suatu metoda pengajaran yang sesuai bagi setiap anak. Mereka juga melatih anak untuk dapat belajar dengan baik dengan teknik-teknik pembelajaran tertentu ( sesuai dengan jenis kesulitan belajar yang dihadapi anak ) yang sangat bermanfaat bagi anak dengan kesulitan belajar.
Advertisements

Read Full Post »

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas respon teman-teman terhadap artikel Deteksi Dini Masalah Kesulitan Belajar (1). Beberapa teman yang memiliki anak dengan ciri-ciri yang disebutkan pada kasus kesulitan belajar, sudah mulai menagih lanjutan artikel saya yang pertama. Mudah-mudahan saya bisa menepati janji saya melalui artikel ini.

Artikel ini saya ambil dari berbagai sumber. Pertama, saya bahas mengenai penyebab kesulitan belajar anak dan dampaknya terhadap prestasi dan perilaku anak. Sementara itu, bahasan mengenai bagaimana tips mengatasi kesulitan belajar anak, akan saya buat dalam artikel tersendiri.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Penyebab kesulitan belajar :

A. Kurangnya kematangan fisik, mental atau emosi sesuai dengan usianya.
Faktor ini terutama penting bagi anak-anak  yang akan masuk sekolah dasar

  • Kematangan fisik yang terkait dengan keseimbangan dan koordinasi sensor motorik (daya gerak), kemampuan  motorik kasar dan motorik halus, kesemuanya memegang peranan penting terhadap aktvitas belajar di sekolah
  • Kematangan mental diperlukan untuk membantu anak dalam memusatkan perhatian, menangkap, memikirkan, dan mengolah informasi  yang tidak hanya bersifat konkrit, tetapi juga hal yang abstrak.
  • Kematangan emosi terkait dengan perasaan aman, kemandirian, dan kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

B. Adanya hambatan fisik atau kelainan organis
Hambatan fisik atau kelainan organis misalnya :

  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan penglihatan
  • Cacat pada anggota badan, terutama pada tangan,
  • Gangguan pada syaraf.

C. Kemampuan yang kurang atau justru lebih tinggi
Anak yang memiliki IQ pada range 90-95, sebenarnya masih tergolong pada taraf rata-rata bawah, namun kondisi ini seringkali umumnya diikuti oleh beberapa aspek intelektual yang penting justru berada dibawah rata-rata. Aspek penting ini  antara lain daya abstraksi, daya konsentrasi, dan daya ingatnya, karena akan berpengaruh pada kemampuan anak dalam mengikuti pelajaran di sekolah, sehingga peluang kesulitan yang dihadapi menjadi lebih besar.

Sebaliknya, anak-anak yang berIQ tinggi atau bahkan superior, umumnya menganggap pelajaran yang diberikan di kelas terlalu mudah, sehingga menjadi kurang menarik atau kurang menantang bagi mereka. Respon dari guru juga kadang membuat mereka makin tak acuh atau malah frustrasi, karena merasa potensi mereka yang luar biasa ini tidak terfasilitasi di kelas. Akibatnya, mereka jadi malas, mengganggu teman, membolos atau perilaku lainnya.

D. Adanya hambatan atau gangguan emosi

  • Sikap orang tua yang otoriter, dapat menyebabkan anak merasa tertekan, patah semangat dan hilang inisiatif/kegairahan untuk melaksanakan sesuatu.
  • Sikap orang tua yang telalu melindungi (over-protective), menyebabkan anak merasa tidak mampu melakukan sesuatu. Sikapnya sering ragu-ragu, tidak berani dan selalu mengharapkan atau menunggu bantuan orang lain.
  • Sikap orang tua, guru atau lingkungan yang ‘menolak’ , mengabaikan anak, serta pengalaman-pengalaman traumatik  seperti “broken home” , kekacauan di rumah, juga akan sangat mengganggu ketenangan dan kestabilan jiwa anak.

Hal-hal di atas dapat mempengaruhi sikap anak terhadap belajar, gangguan perilaku, sulit konsentrasi, serta menurunnya daya ingat dan motivasi anak dalam menghadapi pelajaran.


Pemeriksaan apa yang sebaiknya dilakukan ?

Pemeriksaan lengkap terhadap anak dengan kesulitan belajar sebaiknya meliputi berbagai disiplin ilmu, seperti :

1. Dokter anak

Dokter anak merupakan dokter yang sering melakukan skrining awal adanya kesulitan belajar pada anak. Pemeriksaan fisik dan neurologi lengkap biasanya telah dilakukan, termasuk pemeriksaan mata, pendengaran atau kondisi medik lainnya bila diperlukan

2. Psikolog

Pemeriksaan oleh psikolog akan memberikan data mengenai sikap anak dalam menghadapi tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu juga memberikan masukan mengenai fungsi kecerdasan, bakat dan minat anak secara keseluruhan.

3. Orthopaedagog
Informasi mengenai pola perilaku dan prestasi akademik anak di sekolah, khususnya di dalam kelas merupakan informasi yang penting diketahui. Informasi ini tidak hanya penting dalam menegakkan diagnosis, tetapi juga dalam tindak lanjut dari penanganan yang akan dan telah diberikan kepada anak.

Dampak Kesulitan Belajar
dr. Tjhin Wiguna, SpKJ, yang juga seorang psikiatrik anak di klinik Anakku Green Ville mengungkapkan bahwa kesulitan belajar yang terjadi pada seorang anak tidak hanya berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak saja, tetapi juga berdampak dalam kehidupan keluarga dan juga dapat mempengaruhi interaksi anak dengan lingkungannya. Sistim keluarga dapat mengalami disharmoni oleh karena saling menyalahkan di antara ke dua orang tua. Orang tua merasa frustrasi, marah, kecewa, putus asa, merasa bersalah atau menolak, dengan kondisi ini justru membuat anak dengan kesulitan belajar merasa lebih terpojok lagi.
Anak dengan kesulitan belajar seringkali menuding dirinya sebagai anak yang bodoh, lambat, berbeda dan keterbelakang. Mereka menjadi tegang, malu, rendah diri dan berperilaku nakal, agresif, impulsif atau bahkan menyendiri/menarik diri untuk menutupi kekurangan pada dirinya. Seringkali mereka tampak sulit berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, dan lebih mudah bagi mereka untuk bergaul dan bermain dengan anak-anak yang mempunyai usia lebih muda dari mereka. Hal ini menandakan terganggunya sistim harga diri anak. Kondisi ini merupakan sinyal bahwa anak membutuhkan pertolongan segera.

Lihat juga : Tips Mengatasi Masalah Kesulitan Belajar

Read Full Post »

Menuju Pendidikan Berwawasan Global

Pendidikan memang memiliki keterkaitan erat dengan globalisasi.  Karena itu, upaya reformasi pendidikan perlu diarahkan pada langkah menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan para peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan dan tanggung jawab. Di samping itu, pendidikan juga harus menghasilkan lulusan yang dapat memahami masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung mencapai sukses ataupun penghalang yang menyebabkan kegagalan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu altematif yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pendidikan yang berwawasan global.

Satu hal yang menarik dalam konsep learning revolution soal langkah yang harus dilakukan menuju pendidikan abad 21 adalah tentang Kurikulum Empat Bagian yang dicetuskan oleh Jeannette Vos dan didemosntrasikan dalam pelatihan internasionalnya

Kurikulum Empat Bagian ini menekankan pada :

  1. Citra diri dan perkembangan pribadi, meliputi rasa bangga diri dan pembentukan keyakinan diri
  2. Pelatihan keterampilan hidup, meliputi pemecahan masalah kreatif dan manajemen diri
  3. Belajar tentang cara belajar dan cara berpikir, serta belajar yang dilakukan dengan menyenangkan sepanjang hidup
  4. Kurikulum inti, yaitu kemampuan-kemampuan akademik, fisik dan artistik yang spesifik, dengan tema-tema yang terpadu

Alasan penempatan pertumbuhan pribadi di urutan pertama adalah

a)    Hampir semua orang memiliki kendala belajar.

Dalam hal ini, sekolah tradisional telah “berhasil” dalam satu hal, yaitu membunuh semangat belajar siswa, justru pada saat antusiasme belajar sangat dibutuhkan. Mungkin pemandangan seperti ini pernah kita lihat atau rasakan, dimana guru ‘menyetop’ antusiasme salah satu siswa yang cerdas di kelasnya untuk berhenti menjawab pertanyaan-pertanyaan guru, dengan alasan “memberi kesempatan pada siswa lain untuk menjawabnya”.

b)    Emosi adalah gerbang ke arah belajar.

Situasi emosi siswa turut dipengaruhi oleh keterampilannya dalam berkomunikasi, membina hubungan, motivasi, dan rasa percaya dirinya. Kesemua hal itu bicara tentang keterampilan pengembangan pribadi. Jika aspek-aspek itu diabaikan, gerbang tersebut akan tertutup.

c)   Keterampilan mendengar dan berbicara amat penting dalam semua aspek kehidupan dan pekerjaan, tapi kurang begitu diperhatikan dalam banyak institusi pendidikan

d) Percaya diri dan harga diri amat penting bagi semua jenis pembelajaran. Pendidikan yang gagal mencapai sasaran ini, pasti akan gagal pula menjalankan tugas lain.

Read Full Post »

Ada hal yang ‘menggelitik’, yang disampaikan oleh salah seorang pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Orchid Park Secondary School Singapura, Sharon, pada wartawan SP, Henry Sitinjak, belum lama ini.  Dia mengatakan bahwa, “Pendidikan di Singapura, pelajarannya lebih ke arah spesifikasi, tetapi juga mempelajari pelajaran-pelajaran lain, sehingga siswa bisa dengan mudah mendapatkan jurusan sesuai dengan kemampuannya. Berbeda dengan di Indonesia.”

Menurut pelajar pindahan dari SMP Sutomo Medan, Sumatera Utara itu, materi pendidikan di Indonesia masih sangat masih tradisional dengan mengenalkan siswa dengan begitu banyak pelajaran, namun dangkal. “Mungkin itu efektif untuk jaman dulu, sekarang tidak,”kata Sharon yang telah hampir empat tahun belajar di sana.

Kritik tersebut ternyata tidak hanya tertuju pada sistem pendidikan kita. Meski saat ini pemerintah berusaha ‘mencukupkan’ anggarannya untuk perbaikan gedung sekolah, namun memang belum masuk ke kelengkapan fasilitas lainnya. Kampus-kampus perguruan tinggi internasional di Singapura misalnya, melengkapi dirinya dengan toko buku untuk mahasiswa dengan harga lebih murah. Pemerintah Singapura sendiri membangun National Library yang amat besar sebanyak 16 lantai ribuan koleksi buku, termasuk media massa terbitan dari berbagai negara dan dibuka selama 24 jam.

Harus diakui memang, negara yang serba terbatas itu sangat pintar dalam mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada baik alam, warga negaranya sendiri ataupun dari negara lainnya. Kondisi demikian tercipta tidak terlepas dari peranan pendidikan di sana.

Read Full Post »

Secara garis besar, tingkatan pendidikan di Singapura sebenarnya hampir tidak berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Ada beberapa tingkatan, yakni junior college meliputi pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, selanjutnya pra-universitas atau di Indonesia di sebut sekolah menengah atas (SMA), diploma atau politeknik, hingga terakhir universitas dan pascasarjana.

Dan jika merujuk dari sejarah, pembangunan pendidikan di Singapura sebenarnya masih bisa dikatakan belum begitu lama. Ada tiga universitas negeri di Singapura, yakni National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), dan Singapore Management University (SMU).

Dari ketiganya, NUS merupakan yang tertua, berdiri tahun 1905, selisih 39 tahun dengan Indonesia ketika Pemerintah Belanda mendirikan Universiteit van Indonesie di Jakarta pada tahun 1946. Sedangkan dua universitas lainnya yakni NTU berdiri tahun 1981, dan SMU baru didirikan tahun 2000. Namun, Singapura yang baru mengecap kemerdekaannya pada 1965 itu bisa dengan pesat berkembang dalam pendidikan dunia.

Pada tahun 2000, majalah Newsweek mencatat bahwa seluruh jurusan NUS masuk peringkat kelima universitas terbaik Asia. Majalah Times London tahun 2004 menempatkan NUS pada peringkat ke-18 dari 200 universitas terbaik dunia, sementara NTU sendiri, pernah menempati posisi 48 universitas terbaik di dunia versi Times Higher Education Supplement tahun 2005.

Dikutip dari hasil wawancara dengan wartawan SP, Henry Sitinjak, Director Education Services Singapore Tourism Board (STB) Magdalene Lee mengatakan bahwa pemerintah Singapura sangat serius dalam dunia pendidikan sejak dicanangkan program internasionalisasi pendidikan pada semua tingkatan pada 2002. Konsep itu berangkat dari kesadaran lemahnya Singapura dalam hal sumber daya alam maupun luas wilayah, untuk menjadikan negeri tersebut makmur.

Hasilnya, jumlah siswa internasional yang datang ke Singapura melonjak tajam. Dari mencapai hanya ribuan pada 2002, kini membludak menjadi 80.000 siswa, yang berasal dari 120 negara di dunia. Mayoritas siswa program internasional berasal dari Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan dan India. Sedangkan jumlah pelajar Indonesia, kata Lee, menempati urutan ketiga terbanyak setelah Tiongkok dan Malaysia.

“Negara ini sangat terbuka dengan keberagaman. Ini adalah salah satu faktor kesuksesan kami. Di sini, semua etnis bangsa ada. Kehadiran siswa internasional akan membawa perspektif global pada pendidikan kami, sehingga para siswa Singapura secara tidak langsung juga belajar dengan keberagaman yang ada di dunia,” kata Lee.

Read Full Post »

Ada hal yang menarik di Cina, yaitu menghadirkannya kembali kekuatan dahsyat dari budaya asli masyarakat. Mungkin tidak ada masyarakat lain yang memiliki “budaya belajar” yang lebih kuat daripada Cina. Tidak ada Negara besar yang sedang berkembang lainnya yang lebih ‘ngotot’ untuk bergabung dengan komunikasi era luar angkasa. Tahun 2001 adalah target Cina untuk mensejajarkan diri dengan Amerika Serikat dalam julah koneksi internet. Namun Cina juga sekaligus berusaha keras menggabungkan era “kecerdasan jaringan” dengan tradisi dan akan budayanya sendiri.

Dalam buku Learning Revolution karya Gordon Dryden dan Dr. Jeannette Vos, disebutkan bahwa Cina menemukan banyak metode belajar yang paling efektif saat ini, sebenarnya pernah diajarkan 2.500 tahun lalu oleh Confusius dan pengikut-pengikutnya, khusunya Mencius. Secara tak diduga, banyak ajaran Confucius ternyata telah memperkenalkan Revolusi Belajar sejak lama, dan kita menemukannya kembali. Chen Jingpan menuliskan beberapa pemikiran Confusius tersebut dalam bukunya Confusius as a Teacher, seperti yang diuraikan di bawah ini

  • Gabungkan yang terbaik dari yang baru, dengan yang terbaik dari yang lama
  • Belajarlah melalui praktik
  • Gunakan dunia sebagai ruang kelas
  • Gunakan musik dan puisi untuk belajar mengajar
  • Padukan kegiatan akademis dan fisik
  • Belajarlah tentang cara belajar, bukan cuma tentang fakta
  • Layani semua gaya belajar yang ada
  • Bangunlah nilai dan perilaku terpuji
  • Berilah kesempatan yang sama untuk semua orang

Jika kita telaah lebih lanjut, ajaran-ajaran di atas memiliki kesamaan dengan prinsip Quantum Learning yang populer masa kini. Di belahan sana,  Amerika Serikat juga mencanangkan program No Child Left Behind Act di tahun 2001 dalam upayanya menghilangkan gap di bidang pendidikan, sejalan dengan gagasan Confusius tentang ‘berilah kesempatan yang sama pada semua orang’.

Read Full Post »

Daftar periksa

Apakah anak ..

  • Lupa perintah ?
  • Bertanya terus menerus ?
  • Tidak bisa tenang ?
  • Bertingkah aneh ?
  • Mudah marah ?
  • Mengalami gejolak perasaan ? Moody ?
  • Membuat tulisan / berbicara yang  membingungkan ?
  • Meninggalkan kamar tidur dalam keadaan berantakan ?

Deteksi ciri-ciri fisik :

  • Dapatkah anak berjalan di atas satu garis lurus
  • Dapatkah anak bertahan dlm posisi duduk yang benar selama 5 atau 10 menit pada saat anak memperhatikan / menyimak sesuatu
  • Kalau pada saat berlari / berjalan ada petunjuk belok kiri atau kanan,bingungkah anak tersebut ?
  • Dapatkah anak membedakan ruangan sempit dan ruangan lebar ?
  • Dapatkah anak menangkap dan memberikan bola pada orang di depannya ?
  • Dapatkah anak menyebutkan bagian tubuhnya tanpa menyontek gerakan temannya ?
  • kalau anak makan, membutuhkan waktu yang lama atau tidak ? dikunyah atau tidak ?

Masalah konsentrasi

  • Apakah kadang-kadang dia mengetahui bagaimana melakukan konsentrasi ?
  • Apakah dia hanya mau berkonsentrasi pada hal-hal yang menyenangkan ?
  • Atau, yang terganggu adalah pemahamannya ?

Ciri-ciri masalah kesulitan belajar

  • Gagal dalam mengikuti pelajaran
  • Motivasi yang tidak menentu, cemas
  • Posisi duduk salah, titik pandang kurang tepat
  • Tidak mau diam, hiperaktif
  • Motorik halus / tulisan tangan buruk
  • Masalah persepsi
  • Masalah daya ingat – atensi

Ciri-ciri perilaku lain

  • Tidak mampu mengatur
  • Mengganggu orang lain
  • Menggigit, menendang, berteriak
  • Tidak bisa menatap mata ( jika berbicara dengan orang lain )
  • Gelisah, tidak tenang
  • Kesulitan mema-hami akibat-akibat dari perbuatannya
  • Tidak sabar,  mudah bosan
  • Tidak punya rasa takut, selalu meng-ikuti kata hati
  • Tidak bisa berkon-sentrasi

Penanganan

  • Medis, psikologis,
  • terapi perilaku / okupasi,
  • remedial,
  • perceptual – motor training
  • berenang, berkuda,
  • naik gunung

( bersambung .. )

Read Full Post »

Older Posts »