Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘a journey to self discovery’ Category

Selama ini, apa saja yang telah  kita kumpulkan

sebagai bekal akhirat?

Kebaikan apa yang sudah kita tanam?

Keburukan apa saja yang terlanjur kita lakukan?

Jika selama ini malaikat mencatat semua hal tentang kita,

apakah isinya adalah kabar gembira atau kabar buruk

saat di padang mahsyar nanti?

Read Full Post »

Dalam Choices, Frederic F. Flach menulis, “Kebanyakan orang bisa menengok ke belakang dan mengingat saat dan tempat ketika kehidupan mereka berubah drastis. Entah karena kebetulan atau disengaja, itulah saat-saat ketika kita terpaksa mengevaluasi ulang diri kita dan kondisi-kondisi hidup kita, dan membuat pilihan-pilihan tertentu yang akan mempengaruhi sisa hidup kita”

Sekarang, mulailah dengan basmalah. Lalu kenalilah diri kita.

Siapakah diri kita selama ini ? Tahukah apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup ini ? Tahukah arah mana yang akan kita ambil ?

Berhentilah sejenak, dan pikirkan pertanyaan-pertanyaan  tadi.

Gunakanlah waktu beberpa menit untk menuliskan apa saja yang terlintas di pikiran Anda, tentang siapa diri Anda ..

Bismillahirrahmaanirrahiim


Selama ini saya adalah seorang yang ______________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

Selama ini, yang saya lakukan dalam hidup adalah ___________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

Jika Anda merasa ada sesuatu yang menjadi penyesalan, yang belum pernah Anda ungkap kepada siapa pun, biarlah hanya Allah yang mendengarnya saat ini..

Ya Allah, hamba mohon ampun kepada-Mu

Penyesalan hamba selama ini adalah ______________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

______________________________________________________________

Allah, Pemilik Segala Kemuliaan,  jangan hinakan kami di hari Engkau bangkitkan kami, Ampuni kami ya Rabb, dan tutuplah kesalahan-kesalahan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana

Read Full Post »

Ingat-ingatlah saat dalam kehidupan kita ketika kita membuat komitmen sejati untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Bukankah kehidupan kita berubah karenanya? Mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan prediksi yang kita perkirakan, tapi jelas itu menuntun kita ke arah yang baru.

Ya. Kalau kita ingin berubah, kita harus merangkul komitmen. Tidak hanya berisi janji pada diri kita sendiri. Tapi yang utama, adalah janji kepada Allah.

Komitmen Anda akan Diuji Setiap Harinya

Kesiapan bahwa sewaktu-waktu kita akan menghadapi ujian terhadap komitmen yang sudah dibuat, harus ada di diri kita. Bukan untuk membuat ciut, tapi untuk membuat kita terus maju dengan komitmen itu, karena persiapan perang yang kita bawa pun sudah lengkap.

Ujian itu bisa dalam beberapa cara :

  • Mengalami kegagalan. Mungkin tantangan terbesar terhadap komitmen adalah kegagalan. Bahkan banyak orang yang telah merasakan ketakutan akan kegagalan sebelum mereka berbuat apa-apa. Matanya ‘waspada’ terhadap orang-orang di sekelilingnya yang pernah mengalami kegagalan, sehingga hal itu jadi ‘pembenaran’ bahwa usaha untuk berubah itu sangatlah susah. Begitu susahnya sehingga satu-satunya yang masuk akal adalah gagal.
  • Harus berdiri sendirian. Ketika kita ingin mencapai sesuatu, mungkin ada orang yang berusaha mengalihkan perhatian kita, menantang kita, atau bahkan mencobai kita untuk mengkompromikan nilai-nilai kita. Mungkin mereka kuatir kalau kita maju dan berhasil, mereka akan merasa ketinggalan.  Jika kita menghadapi saat-saat seperti itu, kita perlu bertanya kepada diri sendiri, “Kepada siapakah sebenarnya komitmen ini kita buat ?”. Jika memang Allah adalah tujuan kita membuat komitmen perubahan, maka ada masa-masa ketika kita memang harus berjuang sendirian. Namun yakinlah bahwa Allah yang Maha Memberi Pertolongan.

  • Menghadapi kekecewaan yang mendalam. Jujurlah, banyak hal yang bisa berjalan dengan cara yang salah di dunia ini. Bagaimanakah reaksi kita menghadapi kekecewaan- kekecewaan itu ? Apakah hal itu akan menggoyahkan kita dalam menindaklanjuti komitmen kita? Jangan sekali-kali merasa diri lemah.


Read Full Post »

Tujuan kita dalam hidup bukanlah menjadi lebih maju daripada yang lain, melainkan untuk lebih maju dari diri kita sendiri; untuk memecahkan rekor kita sendiri; dan untuk mengalahkan hari-hari kemarin dengan hari ini

Read Full Post »

Mistakes and bad decisions are some of our greatest teachers.

If you never did anything wrong, you would never learn anything new.

Think of mistakes as opportunities to learn and grow, and give yourself full license to make them.

We are all imperfect people.

If you are able to embrace your imperfections and laugh at yourself,

you will become more flexible and open-minded.

Remember: We live in an imperfect world so that we can better

understand perfection.

Read Full Post »

Fakta bahwa semua hal diciptakan oleh-Nya secara berpasangan, saya yakin semua sudah tahu. Namun untuk melihat sisi lain ketika kita mengalami suatu kejadian yang tidak mengenakkan, atau merasa orang yang kita sayangi tidak memahami apa yang kita inginkan (apalagi mengabulkannya !), .. rasanya tarikan yang kuat itu datangnya dari sisi yang negatif. Agak sulit rasanya, untuk melihat ‘sisi positif’ dari suatu kejadian yang negatif.

Mungkin Anda pernah merasakan hal itu, seperti saya juga merasakannya. Melarikan diri seringkali dipilih sebagai cara instan untuk menghindari melihat hal yang negatif tadi. Tapi melarikan diri juga menghilangkan kesempatan kita untuk melihat sisi positifnya. Untungnya ketika kita lari kemana pun, masalah itu tetap mengikuti kita, dan kita diberi keleluasaan untuk menentukan kapan kita siap untuk menoleh dan kembali menyelesaikan masalah yang ada. Dan kita juga menjadi lebih bersyukur, karena selalu ada orang-orang yang siap untuk membantu kita melihat hal indah yang sebelumnya terabaikan ..

Hal yang membedakan kapan dan dimana ‘titik kembali’ itu adalah seberapa besar kita miliki kekuatan dan keberanian untuk menempuh langkah balik, keikhlasan untuk menerima hal itu sebagai salah satu ketentuan-Nya, bagaimana kita mempersepsi ‘berat’nya masalah, serta pengalaman lalu kita tentang hal yang serupa. Teman dan sahabat tentu saja menjadi faktor yang turut menentukan. Namun mereka baru bisa ‘masuk’ ketika kita sudah membukakan pintu hati kita.

No body can makes you happy. Karena kebahagiaan itu adalah tanggung jawab kita sendiri. Kita yang menentukan pilihan, apakah akan menjadi orang yang berbahagia – atau berduka selamanya..

Read Full Post »

Cara terbaik untuk melihat keberhasilan adalah dengan mengajukan pertanyaan di bawah ini :

  • Apakah saya telah mengikuti hati nurani saya?
  • Apakah saya telah memberikan upaya terbaik saya?
  • Apakah saya telah melakukan sesuatu dengan benar ?
  • Apakah saya telah belajar dari upaya yang saya lakukan ?

Hidup adalah memilih. Namun untuk dapat memilih dengan baik,  anda harus tahu siapa diri anda dan untuk apa anda ada, kemana anda ingin menuju, dan mengapa anda ingin sampai kesana

( Kofi Anan, sekjen PBB )

Read Full Post »

Older Posts »