Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2009

SALAH satu dampak krisis moneter adalah bertambahnya kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi karena semakin mahalnya harga-harga. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut salah satu caranya adalah menambah penghasilan keluarga. Akhirnya kalau biasanya hanya ayah yang bekerja sekarang ibupun (Istri -red) ikut bekerja. Bila pasangan (istri) Anda mulai asyik bekerja di luar rumah, sebaiknya Anda berhati-hati. Pasalnya, menurut hasil penelitian Universitas Chicago dalam masalah kesehatan, para suami ternyata lebih tergantung pada istri dibandingkan sebaliknya. Dari penelitian tersebut terungkap pula bahwa apabila istri bekerja lebih dari 40 jam seminggu, maka kemungkinan derajat kesehatan suami turun 25% dalam masa tiga tahun. Data tersebut diambil dari riset selama tiga tahun di University of Michigan terhadap 2.867 pria dan wanita menikah, tentang masalah kesehatan mereka. Wanita lebih besar kecenderungannya untuk mengingatkan pasangannya agar tidur cukup, berolah raga, ataupun minum obat. Peran tradisional dari perawatan kesehatan istri terhadap suami sepertinya masih tertanam kuat. Barangkali karena sejak dini wanita cenderung disosialisasikan dan dilatih untuk melakukan tugas-tugas wanita tradisional, menyangkut masalah kesehatan, emosi dan hubungan sosial. Sebaliknya, pria cenderung tidak terbiasa mengatur kesehatan ataupun emosi untuk siapapun, bahkan untuk diri mereka sendiri. Jika sang istri bekerja dengan jam kerja yang panjang sehingga mau tidak mau waktunya berkurang untuk urusan rumah tangga, maka masuk akal jika kesehatan sang suami pun ikut dipengaruhi. Kenyataan lain adalah bahwa jam kerja suami hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap kesehatan istri. Namun bagaimana bila sang suami yang tidak bekerja alias pengangguran? Ternyata lebih buruk lagi, hal ini akan berpengaruh negatif terhadap keduanya. Berbeda bila istri tidak bekerja, efeknya kecil atau bahkan tidak ada pengaruh terhadap istri maupun suami. Jadi, untuk kepentingan berdua, aturlah waktu kerja Anda dengan pasangan Anda. Semakin banyaknya pasangan yang sama-sama bekerja menarik perhatian universitas tersebut untuk mengkaji dampaknya, dan ternyata bahwa jam kerja istri yang panjang ikut mempengaruhi kesehatan suami. Studi-studi sebelumnya dari Universitas tersebut menyatakan bahwa pria beristri lebih sehat daripada pria yang masih lajang. Kemudian dikembangkan lebih jauh dengan studi baru, dan merupakan yang pertama mengkaji sejauh mana pengaruh jam kerja terhadap kesehatan pada pasangan-pasangan yang menikah. **

LANTAS bagaimana bila ibu bekerja dampaknya terhadap anak? Menurut, M. Ninik Handayani, S.Psi., dari tim e-psikologi, mengatakan, “Pembentukan kepribadian seorang anak dimulai ketika anak berusia 0-5 tahun. Anak akan belajar dari orang-orang dan lingkungan sekitarnya tentang hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya,” katanya. Bila anak berada di lingkungan orang-orang yang sering marah, memukul, dan melakukan tindakan kekerasan lainnya, anak tersebut juga akan bertumbuh menjadi pribadi yang keras. Untuk itu ibu atau orang tua harus bijaksana dalam menitipkan anak sewaktu orang tua bekerja,” ujarnya pula. Kadang-kadang, lanjutnya, hanya karena lingkungan yang kurang mendukung sewaktu anak masih kecil akan mengakibatkan dampak yang negatif bagi pertumbuhan kepribadian anak pada usia selanjutnya, sebut saja anak rentan terlibat kasus-kasus kenakalan remaja, salah pergaulan dan mengkonsumsi narkoba, serta yang lainnya. Niat hati ingin keluarga lebih baik, alih-alih pembentukan kepribadian anak tidak terbentuk dengan baik. Untuk itu, sebaiknya ibu yang bekerja di luar rumah harus bijaksana mengatur waktu. Bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga memang sangat mulia, tapi tetap harus diingat bahwa tugas utama seorang ibu adalah mengatur rumah tangga.

Dra. Alva Handayani, psikolog yang mengkaji masalah perkembangan anak mengatakan, “Ibu yang berkarir jangan segan membawa pekerjaan ke rumah. Jangan khawatir diprotes anak. Mereka malah akan belajar dari orang tuanya bagaimana bertanggungjawab terhadap keluarga dan pekerjaan. Bahkan bila anak punya PR, akan termotivasi, bila tidak bisa diselesaikan di tempat yang seharusnya, pekerjaan tetap bisa dikerjakan sebagai rasa tanggung jawab kita,” katanya Walaupun perkerjaan itu akan menjadikan tugas double, lanjutnya, namun bisa jadi solusi untuk memenuhi kedua kebutuhan, yaitu kebutuhan keluarga dan keinginan pribadi untuk tetap berkarier. “Ibu yang harus berangkat bekerja pagi hari dan pulang pada sore hari, tetap harus meluangkan waktu di rumah untuk berkomunikasi, bercanda, memeriksa tugas-tugas sekolahnya. Meskipun ibu sangat capek setelah seharian bekerja di luar rumah. Tetapi pengorbanan tersebut akan menjadi suatu kebahagiaan jika melihat anak-anaknya bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan stabil,” kata Ninik. Apalagi ketika ibu bekerja terpaksa harus meninggalkan anak yang masih kecil atau balita. Seorang anak usia 0-5 tahun masih sangat tergantung dengan ibunya. Karena anak usia 0-5 tahun belum dapat melakukan tugas pribadinya seperti makan, mandi, belajar, dan sebagainya. Mereka masih perlu bantuan dari orang tua dalam melakukan pembiasaan-pembiasaan dan latihan tersebut. Bila anak dititipkan pada seorang pembantu, lanjutnya, maka orang tua, khususnya ibu, harus tahu betul bahwa pembantu tersebut mampu membimbing dan membantu anak-anak membangun kebiasaan yang baik untuk kemandirian dirinya. Kalau pembantu ternyata tidak dapat melakukannya, maka anak-anak yang akan menderita kerugian. Walaupun demikian, kurang bijak pula bila hanya karena kekurangcakapan pembantu istri dilarang bekerja tanpa alasan yang bisa diterima. Karena sebenarnya tugas mengasuh dan membimbing anak bukan hanya tugas ibu saja, tapi ayahnya pun harus ikut menolong ibu untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga. Sehingga keutuhan dan keharmonisan rumah tanggapun akan tetap terjaga dengan baik. Anak pun akan belajar dari orang tuanya, bagaimana mereka bisa bekerja sama dan kompakan dalam mengatur serta mengelola kegiatan rumah tangga.*** Jalu

sumber : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah

Read Full Post »